YARSIS

PERAYAAN Idul Adha adalah momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai ibadah kurban, momen ini juga identik dengan melimpahnya konsumsi daging, terutama daging kambing dan sapi. Namun, momen penuh syukur ini juga menyimpan sejumlah potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa), dr. Hotimah Masdan Salim, Ph.D., mengatakan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk tetap menjaga kesehatan di saat perayaan Idul Adha.

A. Masalah Kesehatan yang Umum Terjadi saat Idul Adha
Berdasarkan angka kejadian peningkatan kunjungan pasien setelah perayaan Idul Adha sering disertai peningkatan kasus:
• Kolesterol tinggi dan tekanan darah naik
• Asam urat (gout) akibat konsumsi jeroan atau daging merah berlebih
• Masalah pencernaan seperti diare atau konstipasi
• Kambuhnya penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung
Hal ini banyak disebabkan oleh pola makan mendadak berubah menjadi lebih berlemak, tinggi kalori, dan rendah serat.

B. Mengapa Kesehatan Tetap Penting Diperhatikan?
Hari raya adalah saat bersyukur dan berkumpul bersama keluarga. Namun, menjaga kesehatan penting agar kita tetap bisa menikmati momen ini dengan nyaman tanpa gangguan fisik. Mengabaikan pola makan sehat selama hari raya dapat memicu komplikasi, terutama bagi penderita penyakit kronis.

C. Batas Aman Konsumsi Daging
Menurut Kementerian Kesehatan RI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO):
• Batas aman konsumsi daging merah (termasuk kambing dan sapi) adalah sekitar 50–70 gram per hari, atau setara satu potong kecil.
• Konsumsi lebih dari 100 gram per hari secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan gangguan kardiovaskular.

C. Kebiasaan Tidak Sehat Saat Idul Adha
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari selama perayaan Idul Adha antara lain:
• Makan daging secara berlebihan dalam satu waktu atau berulang kali dalam sehari
• Mengonsumsi jeroan tanpa batas
• Menyimpan daging terlalu lama tanpa pengolahan yang benar
• Kurang konsumsi air dan serat
• Kurang gerak atau terlalu banyak duduk setelah makan besar

Rayakan Idul Adha dengan sehat dan bijak. Menjaga pola makan sehat saat Idul Adha bukan berarti mengurangi nikmatnya berkurban, melainkan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab menjaga tubuh yang sehat. Tetap nikmati sajian khas hari raya, namun dengan porsi yang tepat dan cara masak yang sehat.