YARSIS

Pernah merasa baru naik beberapa anak tangga saja sudah kehabisan napas? Atau berjalan sedikit lebih cepat dari biasanya langsung ngos-ngosan? Banyak orang menganggap kondisi ini hanya disebabkan karena kurang olahraga. Padahal, sesak napas di usia muda bisa menjadi sinyal adanya kondisi kesehatan tertentu yang tidak boleh diabaikan.

Yuk, kenali berbagai penyebabnya agar bisa mengambil langkah yang tepat.

Ngos-Ngosan Tidak Selalu Karena Kurang Olahraga

Salah satu penyebab paling umum seseorang mudah merasa lelah saat beraktivitas adalah rendahnya VO2 Max, yaitu kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen secara maksimal saat beraktivitas. Semakin tinggi VO2 Max, semakin baik daya tahan tubuh sehingga tidak mudah kehabisan napas.

Namun, rendahnya kebugaran bukanlah satu-satunya penyebab. Ada beberapa faktor lain yang juga dapat memicu sesak napas, antara lain:

  • Jarang berolahraga.
  • Berat badan tidak ideal, baik terlalu kurus maupun obesitas.
  • Asma.
  • Kebiasaan merokok atau menggunakan vape.
  • Penyakit paru lainnya.
  • Penyakit asam lambung (GERD).
  • Stres, kecemasan, atau depresi.
  • Gangguan pada jantung.

Jadi, jika sering ngos-ngosan meskipun hanya melakukan aktivitas ringan, jangan langsung menganggap penyebabnya hanya karena kurang berolahraga.

Kenali Gejala Asma

Salah satu penyebab sesak napas yang cukup sering ditemukan pada usia muda adalah asma. Penyakit ini terjadi ketika saluran napas mengalami peradangan dan penyempitan sehingga aliran udara menjadi terganggu.

Beberapa gejala asma yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Napas berbunyi mengi atau “ngik-ngik”.
  • Dada terasa sesak atau seperti terikat.
  • Mudah lelah saat beraktivitas.
  • Sesak napas yang dipicu oleh olahraga, debu, udara dingin, atau alergen tertentu.

Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami kesulitan berbicara karena sesak, bahkan bibir tampak membiru. Jika kondisi tersebut terjadi, segera cari pertolongan medis karena termasuk keadaan darurat.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lebih dari 877 ribu penduduk Indonesia telah terdiagnosis asma oleh tenaga kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa asma bukanlah penyakit yang jarang terjadi dan dapat menyerang siapa saja, termasuk usia muda.

VO2 Max Bisa Ditingkatkan

Kabar baiknya, VO2 Max dapat ditingkatkan dengan melakukan olahraga secara rutin dan bertahap. Aktivitas seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau berenang dapat membantu meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru.

Selain itu, menjaga berat badan tetap ideal, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari rokok dan vape juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Sebaiknya tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami kondisi berikut:

  • Mudah sesak saat melakukan aktivitas ringan.
  • Napas terasa pendek tanpa penyebab yang jelas.
  • Aktivitas yang sebelumnya terasa ringan kini menjadi lebih berat.
  • Keluhan sesak napas semakin sering muncul atau semakin parah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang seperti tes fungsi paru (spirometri), foto rontgen dada, atau pemeriksaan jantung apabila diperlukan.

Jaga Kesehatan Paru Mulai Sekarang

Agar paru-paru tetap sehat dan bekerja secara optimal, dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Berolahraga secara rutin sesuai kemampuan.
  • Berhenti merokok dan menghindari penggunaan vape.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
  • Tidak mengabaikan keluhan sesak napas yang berulang.

Jangan Anggap Sepele Sesak Napas di Usia Muda

Mudah ngos-ngosan bukan selalu berarti tubuh kurang fit. Keluhan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebugaran yang rendah hingga penyakit seperti asma, gangguan paru, atau penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya sejak dini agar dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Apabila sering mengalami sesak napas saat beraktivitas atau keluhan semakin sering muncul, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan paru-paru dan memastikan aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman.