YARSIS

Masih menganggap gigi susu tidak perlu dirawat karena nantinya akan tanggal sendiri? Atau berpikir anak baru perlu menyikat gigi setelah semua gigi susunya tumbuh? Hati-hati, anggapan tersebut ternyata hanya mitos. Faktanya, kesehatan gigi susu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari kemampuan mengunyah, berbicara, hingga menjadi penuntun tumbuhnya gigi permanen. Oleh karena itu, penting bagi Ayah dan Bunda untuk mengenali fakta seputar kesehatan gigi anak agar si kecil tumbuh dengan senyum yang sehat dan percaya diri.

Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Gigi Anak

Mitos: Gigi susu yang berlubang tidak perlu dirawat

Faktanya: Gigi susu tetap harus dirawat meskipun nantinya akan tanggal.

Gigi susu membantu anak mengunyah makanan, belajar berbicara, dan menjaga ruang bagi pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu berlubang dibiarkan, anak dapat mengalami nyeri, kesulitan makan, gangguan tidur, hingga infeksi. Bahkan, kehilangan gigi susu terlalu dini dapat menyebabkan susunan gigi permanen menjadi tidak rapi.

Mitos: Anak baru perlu menyikat gigi setelah semua gigi susu tumbuh

Faktanya: Perawatan gigi dimulai sejak gigi pertama muncul.

Begitu gigi pertama erupsi, orang tua sudah perlu membersihkannya menggunakan sikat gigi anak dengan pasta gigi berfluoride sesuai usia. Kebiasaan ini membantu mencegah gigi berlubang sejak dini sekaligus membentuk rutinitas menjaga kebersihan mulut.

Mitos: Menyikat gigi terlalu keras membuat gigi lebih bersih

Faktanya: Menyikat terlalu keras justru dapat merusak gigi dan gusi.

Tekanan yang berlebihan tidak membuat gigi menjadi lebih bersih. Sebaliknya, kebiasaan ini dapat melukai gusi dan mengikis lapisan enamel gigi. Menyikat gigi dengan gerakan yang lembut dan teknik yang benar jauh lebih efektif.

Kapan Anak Perlu ke Dokter Gigi?

Organisasi American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan agar anak menjalani pemeriksaan gigi pertama dalam enam bulan setelah gigi pertama tumbuh, atau paling lambat saat usia 1 tahun.

Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menilai risiko gigi berlubang, memberikan edukasi kepada orang tua, serta mendeteksi masalah sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Jangan Tunggu Anak Mengeluh Sakit Gigi

Anak sering kali belum mampu mengungkapkan keluhan pada giginya. Karena itu, pemeriksaan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.