YARSIS

Tidak semua gangguan penglihatan muncul saat seseorang beranjak dewasa. Ada penyakit mata bawaan yang bisa menyerang bahkan sejak bayi lahir, salah satunya adalah glaukoma kongenital.

Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi dampaknya bisa sangat serius bila tidak segera ditangani mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen.

Apa Itu Glaukoma Kongenital?

Glaukoma kongenital adalah penyakit mata bawaan yang muncul sejak bayi lahir atau di awal masa kehidupannya.

Penyakit ini terjadi karena gangguan pada saluran pembuangan cairan mata (aqueous humor), sehingga tekanan di dalam bola mata meningkat. Tekanan tinggi inilah yang dapat merusak saraf optik, bagian penting yang mengirimkan sinyal visual ke otak.

Jika dibiarkan, peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

“Glaukoma kongenital bukan disebabkan oleh infeksi atau kesalahan perawatan orang tua. Ini murni akibat gangguan perkembangan saluran cairan mata,” jelas tim dokter muda dari FK UNUSA – RSI Surabaya dalam presentasinya.

Apa Penyebabnya?

Penyebab utama glaukoma kongenital adalah gangguan perkembangan pada sudut drainase mata (trabekular meshwork) saluran tempat cairan mata seharusnya keluar.

Beberapa kasus berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan, meski sebagian besar penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Hal penting untuk diketahui: penyakit ini tidak menular dan tidak disebabkan oleh kebersihan bayi atau tindakan orang tua.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda berikut pada bayi atau anak kecil:

  • Mata sering berair dan tampak sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Bayi sering menutup kelopak mata atau terlihat tidak nyaman.
  • Pandangan tidak fokus, bayi tidak mengikuti arah benda atau wajah orang.
  • Pada tahap lanjut bisa muncul:
    • Kornea tampak keruh atau membesar.
    • Mata merah dan terlihat lebih besar dari normal.

Jika satu atau lebih tanda tersebut muncul, segera periksakan anak ke dokter spesialis mata anak.

Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?

Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati menggunakan alat khusus untuk mengukur tekanan bola mata (tonometri) dan melihat struktur dalam mata.

Karena pasiennya masih bayi, pemeriksaan ini biasanya dilakukan dalam kondisi bius ringan agar anak tidak bergerak.

Deteksi dini sangat penting, semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang penglihatan anak dapat diselamatkan.

Cara Mengobati Glaukoma Kongenital

Berbeda dengan glaukoma pada orang dewasa, penanganan utama pada glaukoma kongenital adalah operasi.

Beberapa prosedur yang biasa dilakukan meliputi:

  • Goniotomi dan trabekulotomi, yaitu operasi untuk memperbaiki saluran pembuangan cairan mata agar tekanan berkurang.
  • Obat tetes mata biasanya hanya digunakan sebagai terapi pendukung, bukan pengobatan utama.

Setelah operasi, anak perlu menjalani kontrol rutin untuk memantau hasil operasi dan mencegah tekanan bola mata naik kembali.

Peran Penting Orang Tua

Dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan perawatan glaukoma kongenital. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • Waspada sejak dini terhadap tanda-tanda kelainan mata pada bayi.
  • Segera konsultasi ke dokter mata anak bila ada gejala mencurigakan.
  • Rutin kontrol setelah operasi sesuai jadwal.
  • Memberikan obat sesuai anjuran dokter, tidak menghentikan terapi tanpa izin.

Glaukoma kongenital memang penyakit yang serius, tetapi bukan tanpa harapan. Dengan deteksi dini, tindakan medis yang tepat, dan peran aktif orang tua, anak dapat memiliki penglihatan yang lebih baik di masa depan.