YARSIS

Demam adalah keluhan yang sering dialami banyak orang. Biasanya demam terjadi karena infeksi ringan seperti flu atau kelelahan, dan dapat membaik dengan istirahat serta obat penurun panas. Namun, tidak semua demam bisa dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, demam dapat menjadi tanda penyakit serius seperti Malaria.

Lalu, bagaimana cara membedakan demam biasa dengan demam akibat malaria? Yuk, kita pahami bersama agar Sobat eRSIy bisa lebih waspada.

Apa Itu Malaria?

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles mosquito yang terinfeksi. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara tropis, termasuk beberapa wilayah di Indonesia.

Menurut World Health Organization, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Ciri-Ciri Demam Biasa

Demam biasa umumnya terjadi akibat infeksi virus seperti flu. Gejalanya relatif ringan dan sering membaik dalam beberapa hari. Beberapa tanda demam biasa antara lain:

  • Suhu tubuh meningkat tetapi tidak terlalu tinggi
  • Disertai pilek atau batuk
  • Badan terasa pegal dan lelah
  • Nafsu makan sedikit menurun
  • Biasanya membaik dalam 2–3 hari dengan istirahat dan obat penurun panas

Demam jenis ini umumnya tidak disertai gejala menggigil hebat atau keringat berlebihan secara tiba-tiba.

Ciri-Ciri Demam Akibat Malaria

Berbeda dengan demam biasa, demam akibat malaria memiliki pola dan gejala yang lebih khas.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam tinggi yang muncul secara berulang atau periodik
  • Menggigil hebat sebelum demam muncul
  • Setelah demam tinggi, biasanya diikuti keringat berlebihan
  • Sakit kepala hebat
  • Mual dan muntah
  • Tubuh terasa sangat lemas
  • Pada beberapa kasus dapat terjadi nyeri otot dan sendi

Kapan Harus Waspada?

Sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami:

  • Demam tinggi lebih dari 2–3 hari
  • Demam disertai menggigil hebat
  • Riwayat perjalanan ke daerah endemis malaria
  • Tubuh sangat lemas atau sulit beraktivitas
  • Mual, muntah, atau sakit kepala berat

Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan apakah demam tersebut disebabkan oleh malaria atau penyakit lain.

Mengapa Penting Ditangani Sejak Dini?

Jika tidak segera diobati, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • anemia berat
  • gangguan organ
  • bahkan malaria berat yang mengancam nyawa

Namun kabar baiknya, malaria dapat diobati dan dicegah jika terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat oleh tenaga medis.

Cara Mencegah Malaria

Beberapa langkah sederhana yang bisa Sobat eRSIy lakukan antara lain:

  • Menggunakan obat anti nyamuk atau lotion anti nyamuk
  • Tidur menggunakan kelambu
  • Menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk
  • Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari di daerah berisiko

jangan abaikan demam yang berlangsung lama atau disertai gejala tidak biasa. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula penanganan yang bisa dilakukan.

Jika mengalami keluhan demam yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri.